Assalamu'alaikum wr, wb.
Teman-teman tercinta kembali dalam satu lembaran. Lama tak menyapa teman-teman yang haus akan kekuatan. Yang tidak mengeluhkan hidupnya pada setiap kelemahan. Karena sejatinya kita mahluk ciptaan Tuhan, asalnya segala kekuatan. izinkanlah kali ini saya memberi sapaan. Dalam tulisan sedikit rangkaian kata akan saya tuangkan. Tidak lain tidak bukan, untuk sama-sama mencerahkan. Tidak bermaksud mengukuhkan diri sebagai pribadi hebat. Dengan ratusan kata-kata penuh nasihat. sungguh sombong bukanlah saya punya sifat. Tidak lebih hanya ingin menjadi bermanfaat untuk kehidupan manusia sejagad. Amin.
Kali ini ada dua benda yang
menginspirasi. Yaitu batu dan air yang diciptakan ILAHI. Saya hanya
merasa ada maksud penciptaan untuk dimaknai. Karakter keduanya yang
mengilhami datangnya ide penulisan ini. Betapa kita tahu batu yang keras
namun dapat dipatri. Sedangkan air yang cair sudah tentu tak dapat
dipatri. Bagaimana pepatah lama mengatakan "Bagai mengukir diatas air"
adalah satu hal yang tak mungkin terjadi. makna dari pepatahnya adalah
kesia-siaan sejati.
Lalu apa yang ingin saya sampaikan
melalui air dan batu?. Maaf jika teman-teman sudah menunggu. Saya tidak
bermaksud begitu. jujur saya masih ragu, saya juga malu. Semoga tidak
ada teman-teman yang beranggapan saya sok tahu. Ini hanya bagian dari
Nawaitu (niat, read). Berharap tulisan saya bermanfaat dan berkah
selalu. Amin.
Baiklah saya mulai dengan menepikan rasa ragu, menyingkirkan rasa malu, dan tidak bermaksud sok tahu.
Sekali
lagi, Air dan Batu. keduanya merupakan suatu analogi kehidupan dan
segala yang ada dalam kehidupan. Bagaimana siang dan malam, panas dan
dingin, susah dan mudah, dan lebih jelasnya hitam dan putih. Karena tadi
saya katakan bahwa air dan batu adalah analogi kehidupan, maka saya
akan coba kelompokkan kehidupan menjadi dua bagian ini. Yaitu kehidupan
air dan kehidupan batu. kehidupan air terdiri dari manusia-manusia air
dan begitu pula kehidupan batu terdiri dari manusia-manusia batu. Bukan
manusia penguasa air atau batu dalam "Avatar". Tetapi lebih kepada
manusia-manusia yang karakternya seperti air atau batu.
Cara
melihat manusia air dan manusia batu sebenarnya adalah suatu
relativitas tujuan hidupnya. Analoginya seperti ini. Misalnya ada dua
orang anak yang bercita-cita menjadi pilot. Salah satu anak seorang kuli
yang makan sehari sekalipun belum pasti. Sedang satu lainnya anak
seorang pengusaha kaya yang makan tiga kali sehari walau sebenarnya bisa
beratus-ratus kali. Andaikata kita beranggapan cita-citanya (be a pilot) kedua anak
itu adalah suatu tujuan hidup maka anak seorang kuli tergolong manusia
batu sedangkan anak seorang pengusaha kaya tergolong manusia air.
Saya
akan uraikan lebih dulu kehidupan air dan manusia air-nya. Kehidupan
air cenderung seperti sosok-sosok manusia yang kisah hidupnya terbilang
mudah, mengalir seperti air. Artinya seperti ini, dalam hidupnya dan
pencapaian tujuan hidupnya dia hanya perlu memanfaatkan apa yang hampir
sudah ada seluruhnya sebagai yang dia miliki. Dia hanya perlu membuat
air terus mengalir. Bukankah air jika volumenya kecil atau tidak
sebanding dengan tempatnya (wadah atau bejana) air juga tidak bisa mengalir?, contohnya
seperti setetes air yang menetes dilantai yang luas dan rata. Sulit
untuk mengalir. Jadi seperti analogi anak seorang pengusaha kaya, tentu
dia tak kan kesulitan untuk masalah biaya dalam pencapaian cita-citanya.
Dia hanya perlu belajar sungguh-sungguh untuk memahami bidang pilot.
Terlepas dari IQ atau kecerdasannya yang sanggup atau tidak. Bukankah semua manusia diciptakan
tidak ada yang bodoh. seperti itulah yang saya katakan 'hanya perlu
memanfaatkan apa yang hampir sudah ada seluruhnya sebagai yang dia
miliki. Lalu bagaimana caranya membuat air terus mengalir? (apa
maksudnya?). Analoginya seperti ini. Kendati seorang anak memiliki orang
tua pengusaha kaya seperti tadi, toh dia tetap harus berusaha untuk
mencapai cita-citanya. Kalau dia bermalas-malasan tidak menutup
kemungkinan masa depannya lebih buruk dari seorang pengemis.
Berikutnya
penguraian tentang kehidupan batu dan manusia batu-nya. Kehiduapn batu
cenderung seperti sosok-sosok manusia yang kisah hidupnya terbilang
susah, jalan hidupnya keras seperti batu. Artinya seperti ini, dalam
hiduonya dan pencapaian tujuan hidupnya dia bukan hanya memutar otak
tiga ratus enam puluh derajat untuk menemukan setiap peluang berhasil
tetapi juga peluh keringat tak jauh-jauh dari aroma tubuhnya. Dia
memerlukan pemahat handal untuk membuat seonggok batu menjadi patung
indah, bukan hanya sekedar batu. Jadi seperti analogi anak seorang kuli,
bukan tidak mungkin nantinya dia menjadi seorang pilot handal. Tetapi
jelas ada dua hal yang harus dia selesaikan dalam waktu yang bersamaan.
Yaitu masalah biaya dan bagaimana caranya menguasai bidang pilot itu
sendiri. Lalu bagaiman menemukan pemahat handal untuk menjadikan batu
sebuah patung indah, bukan hanya batu? (apa maksudnya?). Analoginya
seperti ini, anak seorang kuli harus mencari biaya pula selain daripada
harus memahami bidang pilot itu sendiri. Walaupun katakanlah dia
memahami bidang pilot, tetapi jika tidak punya biaya, toh cita-citanya
tidak bisa kesampaian. Seperti banyaknya anak-anak yang cerdas
disekolahnya kemudian putus sekolah karena biaya.
Kelebihan karakter air. Dapat berbentuk apa saja dalam tempat yang bagaimanapun (dalam botol bentuk botol, dalam gelas bentuk gelas). Ini seharusnya mengilhami manusia air dalam bergaul. Artinya dia bisa bergaul dengan orang kalangan bawah dan orang kalangan atas (dalam hal ekonomi). Manusia air yang sombong tidak mau bergaul dengan orang kalangan bawah adalah manusia air yang membatu. Perhatikan air yang membeku (es), dimasukkan dalam gelas bentuknya tidak berubah seperti gelas.Kelebihan karakter batu. Dari bentuknya yang tidak enak dilihat dapat menjadi sebuah bentuk yang penuh keajaiban dengan keindahannya jika telah terpahat oleh pemahat patung handal. Ini harus mengilhami setiap manusia batu agar segera menemukan pemahat handalnya, karena batu tidak akan pernah menjadi patung indah tanpa pemahatnya. sekianlah sedikit uraian analogi saya tentang air dan batu dalam kehidupan ini.Air atau Batu pun kita, semua harus total dan menjadi indah. SEMANGAT !!!!!. terimakasih telah membaca. maaf kalau garing.Wassalamualaikum wr, wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar