Senin, 25 Juni 2012

aku tak takut dan aku tak kan menyerah!



Aku hanya ingin bercurah hati. Aku hanya ingin melepas semua bimbang yang ada. Kegagalan rencana sebuah celah munculnya suatu keberhasilan.

Karena dengan menulis, duniaku cerah kembali. Meski tanpa sosok bintang yang pernah bersinar. Ya, engkaulah bintang itu.

Kata “pernah” tidak menandaakan kau telah tiada, hanya saja kini meredup, seiring semangat yang mulai kendur, beserta sikapmu yang membuatku kian ragu.

Tahukah engkau?.
Aku hati yang terdampar di pantai sunyi. Tempat dimana aku temukan ketenangan. Ketenangan bersama riuhnya angin meniup dedaunan, riak ombak bertaut dengan sang karang. Dan penawaran panorama nan elok nian.

Siapa tak ingin?.
Kecuali dia belum merasakannya. Walau dengan pantai berbeda mungkin rasa bisa sama.

Kini perlahan angin mulai malas, ombak mulai ganas, suara-suara mulai ramai. Nada-nada pesimis mulai lebai.

Pantai itu tak lagi tenang, syair “maju tak gentar” pun mulai tak terdengar.

Aku yang pernah berpikir untuk mundur menaklukkan hatimu. Sepertinya akan selalu berpikir begitu. Tapi itu jika aku bukanlah lelaki sejati. Berarti sebaliknya, karena kini aku masih menjadi pejuang sejati di depan gerbang hatimu.

Aku bisa hiraukan nada-nada itu, aku bisa ambil hikmah sikapmu. Dan memang seharusnya aku bisa, bukan menyerah dan berkata “aku tak pantas untukmu”.

Ketahuilah
Cintaku seperti
Jasad tak bernyawa
Yang nyawanya adalah
Cintamu

Cintaku seperti
Ombak di lautan berkarang
Yang selalu rindu saling bertaut
Dan karang itu adalah
Cintamu

Cintaku seperti
Awal dan akhir dongeng pahlawan
Selalu indah jika bersama
Cintamu                                                                                




12 September 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar